Breadcrumbs dan pengaruhnya pada SEO

Navigasi yang bermanfaat bagi pengguna dalam memahami lokasi saat ini dalam hierarki situs web.
breadcrumbs

Sebagai pengguna internet yang rajin, mungkin Anda pernah menemukan istilah “breadcrumbs” saat menjelajahi situs web. Namun, apa sebenarnya breadcrumbs? Apakah mereka berpengaruh terhadap SEO? Artikel ini akan memberikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan seputar topik ini.

Sesekali saya akan menggunakan istilah “remah roti” sebagai sinonim kata “breadcrumbs” dalam bahasa Indonesia. Istilah “remah roti” mengacu pada jejak digital atau tanda yang ditinggalkan oleh pengguna saat menggunakan situs web, seperti serpihan-serpihan kecil roti yang menunjukkan seseorang telah selesai makan roti.

Definisi

Breadcrumbs adalah jenis bantuan navigasi yang membantu pengguna memahami struktur hirarkis dari sebuah situs web dan menavigasi halaman-halaman di dalamnya. 

‘Remah roti’ biasanya muncul sebagai jejak tautan yang dapat kita klik di bagian atas halaman web, menunjukkan jalur dari halaman saat ini menuju halaman beranda atau halaman induk lainnya.

Jenis

Breadcrumbs terbagi menjadi tiga jenis:

  • Breadcrumbs berbasis lokasi: Menampilkan lokasi pengguna dalam hirarki situs web. Misalnya, Beranda > Kategori > Subkategori > Halaman.
  • Breadcrumbs berbasis atribut: Menampilkan atribut atau filter yang diterapkan pada halaman tersebut. Misalnya, Beranda > Warna > Biru > Ukuran > Sedang.
  • Breadcrumbs berbasis riwayat: Menunjukkan riwayat navigasi pengguna di situs web. Misalnya, Beranda > Halaman Sebelumnya > Halaman Saat Ini.

‘Remah roti’ berfungsi sebagai bantuan visual bagi pengguna untuk memahami struktur situs dan dengan mudah kembali ke halaman-halaman tingkat lebih tinggi jika diperlukan.

Apakah ‘breadcrumbs’ memengaruhi peringkat SEO?

Selanjutnya, mari membahas praktik terbaik dalam menggunakan breadcrumbs pada situs web Anda dan mengeksplorasi apakah mereka juga memengaruhi peringkat SEO.

Pertanyaan mengenai apakah ‘remah roti’ mempengaruhi peringkat SEO masih menjadi topik perdebatan di kalangan ahli SEO. Meskipun ‘remah roti’ memiliki manfaatnya sendiri, namun kemungkinan besar tidak langsung mempengaruhi peringkat mesin pencari.

Berpotensi pada Click-Through Rate (CTR)

Salah satu keuntungan tak langsung dari penggunaan breadcrumbs adalah mereka dapat memengaruhi click-through rate (CTR). Ketika pengguna melihat ‘remah roti’ yang jelas dan deskriptif dalam hasil pencarian, mereka lebih cenderung untuk mengklik tautan tersebut karena terdapat pemahaman lokasi halaman dalam situs web. Hal ini dapat meningkatkan CTR, yang dianggap sebagai sinyal positif oleh mesin pencari.

Mengorganisir konten dengan Header Tags

Manfaat SEO lainnya dari breadcrumbs adalah membantu mengorganisir konten dengan menggunakan header tags (H1, H2, H3). Dengan menggunakan header tags untuk membuat jejak breadcrumb, mesin pencari dapat lebih memahami struktur dan hierarki konten pada halaman. Ini dapat memudahkan mesin pencari untuk mengindeks konten dan meningkatkan SEO secara keseluruhan pada halaman.

Pelajari: Struktur situs itu apa dan mengapa penting.

Breadcrumbs dapat meningkatkan pengalaman pengguna

“Breadcrumbs” juga memberikan kontribusi pada peningkatan pengalaman pengguna (User Experience) pada sebuah situs web. Mereka memberikan pengguna jalur yang jelas untuk kembali ke halaman tingkat lebih tinggi, membantu mereka menemukan konten yang relevan dengan mudah. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan keterlibatan pengguna, durasi sesi yang lebih lama, dan tingkat bounce yang lebih rendah, yang semuanya dianggap sebagai sinyal positif bagi mesin pencari.

Pelajari: Apa itu Pengalaman Pengguna (User Experience) dan mengapa penting.

Bagaimana cara mengoptimalkan “breadcrumbs” untuk SEO

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan ‘remah roti’ pada situs web Anda, berikut beberapa tips yang berguna untuk mengoptimalkannya untuk SEO:

  • Gunakan kata kunci yang relevan. Buat dan gunakan kata kunci yang tepat dan relevan dalam breadcrumbs untuk membantu mesin pencari memahami konten dan konteks halaman.
  • Gunakan teks anchor yang deskriptif. Pilih teks jangkar yang deskriptif untuk tautan breadcrumbs agar akurat menggambarkan konten halaman yang menjadi tujuan. Ini membantu pengguna dan mesin pencari memahami relevansi halaman tersebut.
  • Format headline dengan baik. Gunakan ukuran font yang lebih besar, gaya tebal atau miring, dan penjajaran tengah untuk headline breadcrumbs agar lebih menarik secara visual dan lebih mencolok.
  • Pecahkan teks dengan menggunakan bullet points. Gunakan daftar poin untuk memecah breadcrumbs yang lebih panjang menjadi informasi yang ringkas dan mudah terbaca oleh pengguna. Ini membantu pengguna cepat memahami struktur situs web dan menemukan informasi yang mereka butuhkan.
  • Berikan informasi tambahan dengan sub-bullets. Gunakan sub-poin untuk memberikan informasi yang lebih rinci tentang setiap titik breadcrumbs utama, sedikit menjorok ke dalam untuk membedakannya dari poin utama. Ini menambahkan konteks dan penjelasan pada breadcrumbs.

Memecah teks dengan bullet points adalah teknik untuk mengorganisir informasi yang digunakan dalam breadcrumbs. Dalam konteks ini, bullet points berfungsi memisahkan setiap elemen (atau bagian) dari ‘remah roti’ menjadi poin-poin terpisah yang mudah terlihat oleh pengguna.

Teknik ini membantu memudahkan pengguna memahami struktur situs web dan menemukan informasi yang mereka butuhkan. Selain itu, daftar poin juga membantu mesin pencari untuk memahami konten pada halaman tersebut dan meningkatkan peringkat SEO, di samping konten yang berkualitas. Daftar poin biasanya berupa simbol bulat kecil atau ikon lainnya yang terletak di depan setiap poin untuk membedakan satu item dari item lainnya.

Contoh “breadcrumbs”

Berikut adalah contoh penggunaan bullet points dalam ‘remah roti’:

  • Beranda > Kategori > Subkategori
  • Pakaian > Wanita > Blus
  • Pakaian > Wanita > Dress
  • Pakaian > Pria > Kemeja
  • Pakaian > Pria > Celana

Dalam contoh di atas, setiap item ‘remah roti’ terpisah oleh bullet points (tanda > ) yang membantu membedakan kategori-kategori dan subkategori-subkategori yang terdapat pada situs web.

Dengan menggunakan daftar poin, pengguna dapat dengan mudah memindai informasi tersebut dan menemukan halaman yang relevan dengan kebutuhan mereka. Selain itu, penggunaan bullet points juga memberikan manfaat SEO karena memudahkan mesin pencari dalam memahami struktur konten pada halaman tersebut.

Kesimpulan

Dapat kita simpulkan bahwa breadcrumbs adalah bentuk navigasi situs web yang populer dan bermanfaat bagi pengguna dalam memahami lokasi saat ini dalam hierarki situs web. Penggunaan ‘remah roti’ dapat meningkatkan pengalaman pengguna pada situs web Anda.

Meskipun terdapat perdebatan mengenai apakah ‘remah roti’ merupakan faktor peringkat untuk mesin pencari, namun kami tetap menyarankan untuk menggunakannya pada situs web Anda.

Praktik terbaik antara lain adalah menggunakan kata kunci yang relevan, menggunakan teks anchor deskriptif, serta memformat headline dan teks dengan baik. Dengan mengikuti praktik terbaik tersebut, penggunaan breadcrumbs dapat membantu meningkatkan SEO dan memberikan manfaat positif bagi pengalaman pengguna pada situs web Anda.

Breadcrumbs adalah cara sederhana namun efektif untuk meningkatkan navigasi dan penggunaan situs web. Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat menggunakan breadcrumbs untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan SEO situs web Anda.

Punya sesuatu uang Anda katakan tentang topik ini? Silahkan tinggalkan pesan pada kolom komentar atau berdiskusi di forum.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts