Konten AI, Apakah Membantu atau Merugikan Situs Web Anda?

onten AI, Teknologi yang Membantu atau Merugikan Situs Web Anda

Banyak alat konten AI baru muncul bak jamur di musim hujan. Alat-alat ini dapat membantu Anda menghasilkan tulisan yang bisa Anda posting di blog atau media sosial, lengkap dengan gambar unik dan sama sekali baru! Bagi seorang blogger yang sangat sibuk atau memiliki banyak situs blog, ini hal yang bagus dan sangat membantunya menulis dan mendapatkan lebih banyak inspirasi. Tapi pertanyaan besarnya adalah, apakah alat AI benar-benar membantu kita? Haruskah kita menggunakannya untuk membuat konten kita? Posting blog ini akan membahas konten AI dan mengapa kita harus memperhatikan cara kita menggunakan teknologi ini.

Konten yang dihasilkan AI meroket

AI, atau Kecerdasan Buatan (bahasa Inggris, Artificial Intelligence), mengacu pada sistem yang melakukan tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia, seperti persepsi, pembelajaran, penalaran, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan. Dan saat ini, ada ledakan alat AI dalam segala bentuk dan skala yang mampu menghasilkan teks dan gambar yang sangat baik.

Hari ini, pembuatan konten menggunakan AI jauh lebih mudah dari sebelumnya untuk menghasilkan konten dengan cepat dalam jumlah besar. Hanya dengan beberapa klik, siapa pun dapat menghasilkan artikel generik yang baik. Sayangnya, suka atau tidak, itu harus Anda edit lagi agar sesuai dengan gaya bahasa Anda dan menjadikannya faktual.

Namun, jangan terlalu senang dulu. Ada sesuatu yang tidak bisa dan tidak boleh kita abaikan saat menggunakan teknologi AI. Bayangkan jika Ada ribuan orang meminta AI untuk menulis konten dalam topik yang sama. Anda mungkin akan terkejut melihat konten Anda serupa dengan orang lain. Tentu saja ini tidak bagus untuk SEO Anda.

Masalah lain yang jauh lebih besar terbentang di hadapan kita semua. Konten jenis ini seringkali tidak beragam dan inklusif sama sekali. Atau dengan kata lain, tidak unik dan terlalu umum. AI sendiri menyadari konten yang ia buat bisa salah dan bias. Lalu, apakah kita akan mengharamkan diri kita untuk menggunakan alat-alat yang canggih dan mewah ini dan membuangnya jauh-jauh? Mari menyelam lebih dalam dan cari tahu jawabannya!

Hilangnya orisinalitas akibat menggunakan alat AI

Orisinalitas dan keaslian merupakan kekurangan yang utama dari konten yang dihasilkan oleh AI. Meskipun mereka terlatih meniru gaya dan nada konten yang ada, namun tetap saja tidak dapat menggantikan kreativitas dan orisinalitas manusia sungguhan.

Konten yang dihasilkan oleh AI sering kali tidak memiliki nuansa, kedalaman, dan orisinalitas. Terkadang terlalu datar, formal, dan hambar. Manusia yang membacanya akan segera bosan dan yang lebih parah ini dapat merusak kredibilitas dan reputasi suatu merek. Selain itu, menggunakan konten yang dihasilkan AI dapat melanggengkan stereotip, bias, dan praktik eksklusif, karena algoritme cenderung mereplikasi pola dan preferensi yang ada. Ini mengingatkan saya pada burung beo.

Karena alat konten AI membuat pembuatan konten menjadi sangat mudah, maka membuat konten yang sama seperti orang lain pun menjadi lebih mudah. Dan jika semua orang menggunakan AI yang sama untuk membuat konten, misalnya ChatGPT, tidak ada konten baru yang tercipta. Akibatnya, kita akan menciptakan ruang gema tanpa pemikiran atau ketiadaan ide-ide baru. Hal ini mengarah pada pandangan dunia yang sempit dan tidak inklusif.

Pelajari: Cara menggunakan ChatGPT.

Set pelatihan AI memiliki bias

Sebagai sebuah model bahasa mesin, Model Bahasa Besar (Large Language Models, LLM), AI mempelajari bahasa dari data pelatihan yang mereka terima. Data pelatihan tersebut terdiri dari berbagai sumber, termasuk teks dari internet dan dokumen lainnya yang dapat mencerminkan bias dan ketidakinklusifan yang ada dalam masyarakat. Siapa yang memasukkan/memberikan data itu? Siapa lagi kalau bukan manusia.

Karena AI hanya dapat mempelajari dari data yang mereka terima, maka AI cenderung mereproduksi bias dan ketidakinklusifan yang mungkin terdapat dalam data tersebut. Sebagai contoh, jika data pelatihan terdiri dari dokumen yang penulisnya adalah orang kulit putih, maka AI mungkin akan cenderung meniru cara berpikir dan cara berbahasa khas orang kulit putih, dan mungkin kurang terbiasa dengan cara berpikir dan bahasa kelompok lain seperti orang kulit hitam atau orang Asia.

Oleh karena itu, sangat penting memperbaiki dan menyempurnakan data pelatihan yang ada agar pembuat konten AI seperti Google Bard, asisten Bing Microsoft, dan ChatGPT OpenAI menghasilkan konten yang kurang bias dan inklusif. Selain itu, AI juga memerlukan pengawasan dan peninjauan secara teratur oleh tim manusia untuk memastikan bahwa AI tidak mereproduksi bias dan ketidakinklusifan yang mungkin dapat merusak tatanan sosial.

Ingat, sebuah alat hanyalah sebuah alat, dan pada akhirnya, tanggung jawab untuk menghindari bias dan ketidakinklusifan terletak pada pengguna, dan bukan pada alat sebagai model bahasa mesin.

Contoh konten AI yang salah

Beberapa contoh kesalahan dapat Anda lihat pada gambar di bawah.

konten ai bias dan terkadang salah

Bencana jika manusia tidak meninjau kembali jawaban yang dihasilkan oleh AI.

Bencana perekrutan AI Amazon

Amazon mengembangkan alat yang mereka sebut sebagai “holy grail” perekrutan untuk membantu mereka menemukan orang yang tepat untuk sebuah pekerjaan. Amazon menggunakan sebagian besar resume pria selama sepuluh tahun untuk melatih AI. Tentu saja, ini merupakan cerminan dari industri teknologi secara keseluruhan, tetapi itu juga berarti alat tersebut menjadi seksis. Artinya lebih condong ke jenis kelamin tertentu.

Mereka mungkin tidak bermaksud untuk membuat AI seksis, tetapi karena data yang masukkan condong ke lebih banyak karyawan laki-laki, maka AI menganggap itulah yang benar dan pas. AI akan selalu bias jika data yang mereka cerna bias.

Konten AI gambar juga bisa bermasalah

Ternyata AI juga bisa rasis, katanya. Jika Anda mencoba untuk menghasilkan gambar apa pun yang berisi orang di dalamnya, nyaris semua generator akan memberikan gambar orang kulit putih. Pada Juli 2021, Dall-E 2 memperbarui alatnya untuk “mencerminkan keragaman populasi dunia secara lebih akurat”. Untungnya, sekarang sudah menghasilkan foto cukup beragam. Sebelumnya, jika Anda menambahkan kata “miskin” ke prompt, itu akan menampilkan orang kulit berwarna. Tapi sekarang sudah lebih akurat.

Tentu saja, alat tersebut dapat melakukan penyesuaian pada sistem yang ada. Kita berharap alat-alat ini lebih akurat di masa depan sehingga mereka akan bisa membedakan orang ‘jawa’ dan orang ‘papua’.

Konten dengan gambar ai
Gambar oleh AI

Saya menggunakan sebuah alat AI untuk menghasilkan gambar di atas dengan memasukkan kata “miskin”. Anda bisa lihat hasilnya. Apakah itu rasis?

Jangan lupa suntingan manusia

Sampai batas tertentu, masuk akal untuk menggunakan alat AI sebagai jalan pintas membuat artikel atau gambar. Namun hari ini, pembuat konten yang malas menggunakannya tanpa mempertimbangkan data yang memberi makan AI. Hal ini mengarah pada penguatan dan perluasan ruang gema dan berkontribusi pada pembuatan konten seragam dan gambar rasis.

Pembuat konten harus sadar bahwa alat AI menggunakan algoritme tertentu yang cenderung menghasilkan teks serupa. Oleh karena itu, jika Anda terpaksa menggunakan AI, pastikan Anda menyunting kembali konten Anda agar unik dan autentik.

Banyak konten online yang tidak representatif

Alat perekrutan Amazon dan Dall-E 2 adalah beberapa contoh generator konten AI yang nakal. Dan tidak aneh jika alat konten AI berjalan dengan cara yang sama karena internet dipenuhi dengan konten yang ditulis oleh orang kulit putih yang berbahasa Inggris biasa-biasa saja.

Misalnya, sebuah studi oleh Institut Internet Universitas Oxford menemukan bahwa sebagian besar editor yang membuat konten di Wikipedia adalah orang barat (kebanyakan laki-laki). Ini jelas menciptakan pandangan dunia yang miring. Sementara orang-orang dari berbagai latar belakang dengan segala macam pengalaman jumlahnya sangat kecil.

Jika kita ingin memutus siklus pengulangan terus menerus dari konten yang sama, kita perlu meningkatkan penulisan dan pembuatan konten yang lebih inklusif. Dengan begitu, kita dapat melatih AI masa depan di internet yang beragam dan mencakup semua kalangan.

Jadikan konten hari ini lebih baik untuk masa depan

Cobalah untuk tidak menjadi orang yang hanya bisa mengulangi apa yang orang lain katakan. Hasilkan konten dengan pikiran Anda dan buat konten tersebut dapat tersedia oleh pemirsa seluas mungkin. Semua ini menghasilkan internet yang lebih baik untuk semua orang.

Berkomunikasi dengan tepat dengan audiens yang ingin Anda jangkau. Saat Anda menulis secara inklusif, Anda membantu membuat konten yang akan menjadikan internet masa depan tempat yang lebih baik.

Waspadai bias Anda sendiri

Bukan hanya AI yang memiliki bias; kita semua memiliki bias bawah sadar yang harus kita hilangkan. Itulah hal pokok yang harus kita ingat selalu sebagai seorang penulis atau blogger. Kita semua perlu menulis konten yang baik. Hanya dengan kesungguhan menulis konten yang baik, kita akan membentuk internet saat ini. Apa yang kita lakukan ini, pada gilirannya, dapat melatih alat AI masa depan dengan bahasa yang lebih inklusif dan tidak menghina.

Itu tanggung jawab besar kita kawan. Dan jangan berharap ini akan berubah dalam semalam; tapi akan memakan waktu. Kita tidak tahu pasti. Namun, yang pasti kita telah berupaya untuk membuat konten yang beragam dan inklusif, kita akan mulai menggulirkan bola ke internet yang lebih baik.

Jadi apakah kita bisa membuat konten dengan AI?

Anda dapat menggunakan alat AI sebagai bagian dari proses pembuatan konten Anda. Namun, Anda harus melakukan pengeditan sendiri sebelum menerbitkannya. Bersikaplah kritis terhadap konten yang dihasilkan oleh alat AI. Pastikan untuk melakukan pemeriksaan fakta. Dan lakukan penyesuaian-penyesuaian, misalnya pada gaya bahasa, sinonim, dll.

Ingat bahwa alat AI diberi makan banyak data, seperti teks dari artikel, buku, situs web, dan dokumen lainnya. Jika kita membuat konten sendiri dengan lebih baik kita berharap itu akan menjadi santapan alat AI untuk menghasilkan konten yang baik pula di masa depan.

Itu saja, semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar Anda di kolom komentar atau pergi forum kami untuk diskusi lebih lanjut tentang ‘menggunakan AI untuk membuat konten‘.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts