dark

Memformat Hard Disk Drive di Windows

format hard disk drive
format hard disk

Memformat hard disk (HDD) drive berarti menghapus informasi apa pun pada disk dan mengatur sistem file sehingga sistem operasi Anda dapat membaca data dari, dan menulis data ke, drive. Anda perlu melakukan hal ini agar Anda dapat menggunakannya di Windows.

Tidak sulit untuk memformat HDD di versi Windows mana pun, Anda pasti bisa melakukannya. Fitur ini adalah fungsi yang sangat mendasar yang dimiliki semua sistem operasi, dan Windows membuatnya sangat mudah.

Penting: Jika hard disk yang ingin Anda format belum pernah digunakan sebelumnya, atau baru saja dihapus, dia harus dipartisi terlebih dahulu.

Jika Anda ingin memformat hard disk Anda sehingga Anda dapat menginstal Windows lagi dari awal, ketahuilah bahwa drive Anda akan diformat secara otomatis sebagai bagian dari proses itu.

Waktu yang Dibutuhkan: Waktu yang diperlukan untuk memformat sebuah disk di Windows hampir sepenuhnya bergantung pada ukurannya, tetapi kecepatan keseluruhan komputer Anda juga ikut berperan.

Ikuti langkah-langkah mudah di bawah ini untuk memformat hard disk di Windows 10, Windows 8, Windows 7, Windows Vista, atau Windows XP:

Cara Memformat Hard Disk di Windows

Memformat Hard Disk Drive di Windows
  1. Buka Disk Management.
  2. Setelah jendela Disk Management terbuka, cari drive yang ingin Anda format dari daftar di bagian atas.
  3. Setelah Anda pilih, klik kanan atau ketuk dan tahan pada drive dan pilih Format…. Jendela format akan muncul. Jika Anda memformat hard disk baru, Anda akan melihat huruf drive sebagai Unknown dan File System mungkin akan terlihat sebagai RAW, bukan NTFS atau FAT32.
  4. Di kolom teks Volume label: berikan nama ke drive atau biarkan nama apa adanya. Jika ini adalah drive baru, Windows akan menetapkan label dengan nama New Volume.
  5. Untuk File system: pilih NTFS kecuali Anda memiliki kebutuhan khusus untuk memilih sistem file lain.
  6. Atur Allocation unit size: ke Default kecuali ada kebutuhan khusus untuk menyesuaikannya.
  7. Pilih metode pemformatan. Di Windows 10, 8, dan 7, opsi Perform a quick format dicentang secara default, tetapi saya lebih memilih untuk menghapus centang pada kotak sehingga format “penuh” yang akan dilakukan.
  8. Opsi Enable file and folder compression tidak dicentang secara default dan sebaiknya Anda biarkan tetap seperti itu.
  9. Ketuk atau klik OK di bagian bawah jendela.
  10. Ketuk atau klik OK untuk pesan “Formatting this volume will erase all data on it. Back up any data you want to to keep before formatting. Do you want to continue?“.
  11. Format hard disk drive segera dimulai. Anda dapat memantau format hard disk dengan menyaksikan progres Formatting: xx% di bilah Status.
  12. Format selesai ketika Status berubah menjadi Healthy, ini akan terlihat beberapa detik setelah status pemformatan mencapai 100%.

Itu saja! Anda baru saja memformat hard disk dan sekarang Anda dapat menggunakan drive untuk menyimpan file, menginstal program, membuat cadangan data … apa pun yang Anda inginkan.

Pemformatan Akan Menghapus Data, Tetapi Tidak Selalu Terhapus

Saat Anda memformat hard disk drive di Windows, mungkin Anda berpikir data sudah benar-benar terhapus, tetapi mungkin tidak benar-benar dihapus. Mungkin data masih ada, tergantung pada versi Windows Anda, dan jenis formatnya. Bisa jadi data disembunyikan dari Windows dan sistem operasi lain tetapi masih dapat diakses dalam situasi tertentu.

Jika hard disk drive yang Anda format ulang tidak akan digunakan lagi, lebih baik menghancurkannya secara fisik atau magnetis. Tindakan ini akan menghindari data-data dikembalikan lagi. Anda bisa melakukannya sendiri atau meminta bantuan perusahaan penghancur hard drive seperti Datashredder.

Lebih Lanjut Tentang Memformat Hard Disk Drive di Windows

Memformat drive C, atau huruf apa pun yang teridentifikasi sebagai drive dimana Windows diinstal, tidak dapat dilakukan dari Manajemen Disk atau dari mana pun di Windows.

Peringatan: Awas, perhatikan baik-baik bahwa Anda telah memilih drive yang benar untuk diformat. Menghentikan proses format yang sedang berjalan akan menyebabkan masalah.

Untuk kemudahan di waktu akan datang, saya sarankan memberikan nama ke drive, dengan demikian lebih mudah bagi Anda untuk mengidentifikasinya. Misalnya, jika Anda berencana menggunakan drive ini untuk menyimpan Aplikasi, beri nama Aplikasi juga.

Memilih sistem file NTFS merupakan opsi yang terbaik untuk digunakan di Windows kecuali Anda memiliki kebutuhan khusus untuk memilih FAT32. Sistem file FAT lainnya hanya tersedia sebagai opsi pada drive 2 GB dan yang lebih kecil.

Kompresi file dan folder dapat diaktifkan untuk menghemat ruang disk dan Anda dapat mengaktifkannya jika Anda merasa mendapat manfaat darinya. Namun, sebagian besar hard drive saat ini sehingga berkapasitas besar, nilai tukar antara ruang yang dihemat dan kinerja drive yang lebih rendah mungkin tidak sepadan.

Memformat hard drive di Windows bisa memakan waktu yang sangat lama atau sangat lambat jika drive berukuran besar. Hard drive berkapasitas 2 GB mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja, sementara memformat hard disk drive 1 TB bisa memakan waktu lebih lama. Tentu saja ini tergantung pada kecepatan hard drive dan komputer secara keseluruhan.

Windows tidak memberi tahu Anda bahwa format hard disk drive telah selesai.

Tentang Quick Format

Memilih quick format akan memformat hard drive jauh lebih cepat daripada format standar, tetapi hasilnya mungkin kurang sempurna dibandingkan dengan format penuh. Beberapa alasan terkait ini dijelaskan di bawah.

Windows 10, 8, 7, Vista: Dalam format standar, setiap sektor pada hard drive diperiksa kemungkinan error-nya (bagus untuk disk baru dan disk lama juga) dan one-pass write-zero juga dilakukan (bagus untuk drive yang pernah digunakan sebelumnya). Format cepat mengabaikan pencarian bad sector dan sanitasi data dasar.

Windows XP: Jika format standar yang Anda pilih, maka setiap sektor diperiksa apa error-nya. Format cepat melewatkan pemeriksaan ini. Penghapusan data otomatis selama proses format tidak tersedia di Windows XP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Drive Optik (Optical Disk Drive) Masih Dibutuhkan?

Next Post

Safe Mode – Apa dan Bagaimana Cara Menggunakannya

Related Posts
Total
0
Share